Minggu, 14 November 2010

Heksadesimal

Okeh... setelah Biner dan ASCII, ane sekarang iseng-iseng ngasih tau pengetahuan dasar tentang heksadesimal, yang ternyata fungsinya tersebut untuk memperluas kode biner ( yang kita tahu hanya dapat sebatas 256 biji ) dan sebagai komputasi, khususnya untuk menunjukkan memory address ( maksudnya untuk memberitahu aplikasi / data / program pada komputer sehingga komputer dapat dengan mudah menyimpan lalu mengambilnya kembali ) pada komputer, yang biasanya diwakili oleh bit atau heksadesimal sebagai ekspansinya...

Mau tau cara konvertnya? Cekidot!
Ok, karena ane dah pernah bahas Sistem Bilangan Biner, berarti udah pada ngerti yah biner itu apa...

Nah, karena ane baru belajar tentang ini, jadi ane cuma mau ngasih tau cara kerjanya aje...
Hexadecimal bahasa inggrisnya, berbasis 16 ( klo biner 2 kan? ) dan terdiri dari angka 0 - 9, dan A-F mewakili anga 10 - 15...

Selain fungsinya seperti yang saya tulis sebelumnya, fungsi utama heksadesimal untuk mempermudah representasi dalam komputasi benda elektronik dan digital, misal, dalam kode 256, dalam biner adalah :
0001 000 000, tetapi dapat dipersingkat dalam kode heksadesimal, sehingga menjadi angka 100... simpel kan?

Penggunaan
heksadesimal  digunakan untuk :

1. dalam URL ( Uniform Resource Locator ) suatu website contohnya:
http://www.example.com/name%20with%20spaces
yang artinya %20 itu adalah bilangan heksadesimal atau 32 dalam desimal dan dalam ASCII adalah karakter blank.

2. kode warna dalam HTML ( Hyper Text Markup Languange )
HTML itu... gimana yah... yah contohnya kamu buka saja coba salah satu postingan blog ini. Kode ujungnya html kan? nah... warna disini dikodekan oleh heksadesimal misal contoh warna putih #FFFFFF nah, simbol # disini menunjukkan heksadesimal dan sedangkan FFFFF menunjukkan angka heksadesimal tersebut... atau anda bisa lihat pada page source suatu website ( caranya cukup klik kanan lalu "View Page Source" )

3. pada bahasa pemrograman C ++ dalam string dan karakter bisa saja terdapat heksadesimal contohnya dengan kode \x1B mewakili tombol Esc dalam bahasa pemrograman tersebut.

4. Hitungan dengan basis 16
Apabila kode desimal dengan 10 jari kita, oktal dengan sela jari kita, heksadesimal dihitung dengan ruas jari kita. Gambar dibawah melambangkan penghitungan dengan menggunakan basis 16.


CARA KOVERSASINYA :

Berikut cara konversasi bilangan desimal ke heksadesimal + biner ke heksadesimal :

nah, ini mungkin agak ribet dari biner, misal kita ambil heksadesimal F12...
maka angka desimalnya adalah...  3858! 
Loh kok? dari mana? gini caranya...
inget!
A = 10
B = 11
C = 12
D = 13
E = 14
F = 15

jadi --->
( 162 x 15  ) + ( 161 x 1 ) + ( 160 x 2 )
3840 + 16 + 2 = 3858

Sekarang, sebaliknya...
3858 =
3858 : 16 =  242 ( sisa 2 )
242   : 16 =  15 ( sisa 1 )
15 : 16 = 0 ( sisa 15 = F )
3858 = F12 

Inget! dari bawah ke atas urutan susunannya!

Nah sekarang dari biner ke heksa desimal!
munkin agak ribet ya dari biner ubah ke desimal, trus ubah lagi ke heksadesimal... tapi ada cara cepatnya-->>
misal : 11011111
berarti
( 27 x 1 ) + ( 26 x 1 ) +  ( 25 x 0 ) + ( 24 x 1 ) + ( 23 x 1 )( 22 x 1 ) ( 21 x 1 ) ( 20 x 1 )
128 + 64 + 0 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 = 223


223 : 16 = 13 ( sisa 15 = F )
13 : 16   = 0   ( sisa 13 = D ) = DF ( inget dari bawah keatas )

sekarang coba :
kita penggal 11011111 menjadi 4 bit, 1101 dan 1111
1101 dalam biner adalah 13 = D
1111 dalam biner adalah 15 = F
= DF ( yang ini langsung ae... jgn dari bawah ke atas )

Ok, itulah sekadar pengetahuan dari saya, semoga berguna :)

Postingan berkaitan :

0 komentar :

Poskan Komentar